Kelas Kuliner SMKN Wonosalam Terapkan Pembelajaran Berbasis Project melalui Prosesi Pernikahan Adat Jawa
SMK Negeri Wonosalam terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penerapan Project Based Learning. Sekolah melaksanakan inovasi pembelajaran tersebut secara nyata dalam bentuk praktik prosesi pernikahan adat Jawa. Kegiatan praktik ini melibatkan siswa kelas XII Program Keahlian Tata Boga sebagai pelaksana utama. Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar yang bersifat kontekstual dan aplikatif. Pembelajaran ini mengintegrasikan keterampilan vokasional, nilai budaya lokal, serta pembentukan sikap profesional siswa.
Dalam kegiatan ini, siswa melaksanakan simulasi prosesi pernikahan adat Jawa secara terstruktur, mulai dari tahap persiapan acara hingga pelaksanaan resepsi termasuk untuk prosesi akad nikah. Siswa mempelajari perencanaan menu, persiapan bahan, pengolahan hidangan dalam skala besar, penataan buffet, serta pelayanan tamu. Selain itu, siswa juga memahami alur prosesi pernikahan adat Jawa yang sarat dengan makna filosofis dan nilai budaya luhur. Melalui mata pelajaran Produktif Tata Boga, siswa dilatih untuk menerapkan teknik pengolahan dan penyajian makanan sesuai standar industri jasa boga. Siswa menerapkan prinsip sanitasi dan higiene pangan secara konsisten agar hidangan yang disajikan aman, layak konsumsi, dan memiliki kualitas rasa yang baik. Kegiatan ini melatih ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja dalam tim.
Pembelajaran lintas mata pelajaran turut memperkaya kegiatan ini. Melalui Projek Kreatif dan Kewirausahaan, siswa melakukan perhitungan kebutuhan bahan, estimasi biaya produksi, serta simulasi usaha katering pernikahan adat Jawa. Mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Informatika berperan dalam penyusunan laporan kegiatan serta publikasi artikel dan dokumentasi praktik pada media sekolah. Nilai estetika dan budaya diperkuat melalui mata pelajaran Seni Budaya, khususnya dalam penataan hidangan, dekorasi meja saji, dan pemahaman makna prosesi pernikahan adat Jawa. Matematika dan IPAS mendukung kegiatan melalui perhitungan porsi, anggaran, serta penerapan prinsip keamanan dan gizi pangan. Pendidikan Pancasila menanamkan nilai gotong royong, disiplin, dan tanggung jawab selama proses praktik berlangsung. Pendidikan Agama Islam menjadi bagian penting dalam kegiatan ini karena adanya pelaksanaan akad nikah. Melalui pembelajaran ini, siswa memahami rukun dan syarat nikah, tata cara pelaksanaan akad, serta adab dan etika yang harus dijaga dalam prosesi pernikahan sesuai ajaran Islam. Pemahaman tersebut membentuk sikap religius dan saling menghormati dalam kegiatan pembelajaran.
Melalui praktik prosesi pernikahan adat Jawa yang terintegrasi secara lintas mata pelajaran, SMK Negeri Wonosalam menghadirkan pembelajaran yang utuh dan bermakna. Pembelajaran tersebut dirancang agar relevan dengan kebutuhan dunia kerja di bidang jasa boga. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kompetensi teknis siswa Program Keahlian Tata Boga. Selain keterampilan teknis, kegiatan ini juga membentuk karakter dan sikap profesional siswa. Pembelajaran tersebut menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal serta mempersiapkan siswa untuk terjun ke dunia industri maupun berwirausaha secara mandiri.

